Senin, 26 Februari 2018

Sosok: Khodijah (Menikmati profesi sebagai penjahit)


Menjahit adalah salah satu pekerjaan yang sangat cocok untuk seorang ibu rumah tangga. Bisa dikerjakan di rumah sambil menjaga keluarga. Jadi tidak perlu takut waktu bersama keluarga akan berkurang. Inilah nikmatnya membuka usaha di rumah.

Hal itu juga dialami oleh ibu dua anak, Khodijah. Dia memutuskan untuk membuka jasa menjahit pada tahun 2010. Berbekal ilmu yang didapatkan dari DEPSOS dan BLK serta modal satu juta, dia yakin bisa sukses sebagai penjahit. Dia sangat bersyukur karena mendapatkan mesin jahit gratis dari DEPSOS setelah menyelesaikan belajarnya di sana. Sehingga dia tidak perlu bingung untuk membelinya.

Permulaan jasa Khodijah dibuka manis dengan pesanan seragam karyawan dari salah satu toko di Ramayana Pekanbaru. Dari situ dia jadi semakin bersemangat untuk melakukan promosi. Meski pada awalnya hanya dari mulut ke mulut tapi hasilnya cukup memuaskan. Tujuannya untuk bisa membantu keuangan keluarga bisa terpenuhi.

Usaha Khodijah sempat diberi ujian. Saat itu ada seorang konsumen yang bermaksud memakai jasanya dengan membawa kain sendiri. Sayangnya ketika sudah jadi, konsumen itu merasa tidak puas. Khodijah pun dengan sabar mencari kain pengganti. Namun kain itu tidak ditemukan. Untungnya konsumen mau diganti dengan kain lain yang mirip.

“Menerima kritikan dari konsumen dan belajar dari kesalahan akan membuat usaha semakin maju,” Begitu kata Khodijah saat ditanya tips apa yang ampuh digunakan agar bisnisnya tetap berjalan sampai sekarang.

Berkat ketekunan dan kesabaran Khodijah, ibu yang punya hobi traveling itu bisa mencapai omset lima juta per bulan. Wow! Bukan angka yang sedikit untuk seorang ibu rumah tangga yang bekerja di rumah, bukan?

Pada awalnya jasa menjahit Khodijah hanya menerima pesanan baju dan jilbab, namun baru-baru ini dia juga menjahit umbul-umbul. Hal ini dilakukan sebagai bentuk inovasi agar produk yang ditawarkan semakin bervariasi.

Menilik dari perkembangan fashion belakangan ini, menjahit bisa menjadi usaha yang sangat menjanjikan. Di desaku ada lebih dari sembilan penjahit dan semuanya memiliki pelanggan sendiri-sendiri. Ada banyak peluang untuk memperluas jasa ini. Misalnya menjadi konveksi besar atau bekerja sama dengan para distributor untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan.

Nah, kamu mau membuka jasa menjahit juga? Siapkan diri agar lebih terbuka menerima kritik dari konsumen, mau bertanggung jawab dan jangan bosan untuk belajar serta memperkaya ilmu. Selamat mencoba!

Bagi yang ingin berkenalan atau memerlukan jasa menjahit Khodijah bisa menghubunginya di sini:

Rumah: RT 03 RW 02 Desa Lubuk Sakai Kec. Kampar Kiri Tengah Kab. Kampar RIAU

FB: Cewe Ajja

WA:  085278211161







Sabtu, 03 Februari 2018

Fiksi: Misteri Ruangan Seni




Vika membuka pintu ruang seni dengan terburu-buru. Dia ingin menyelesaikan novelnya siang ini agar besok dapat dikirimkan ke panitia perlombaan. Ruangan itu luas tapi tak banyak perabot di dalamnya. Hanya ada sebuah lemari besar di sudut ruangan untuk menyimpan semua buku dan dua meja besar di tengah ruangan.

Kaki Vika melangkah masuk dan dia  kembali mengunci pintu. Dia tidak ingin diganggu saat menyelesaikan novelnya.

Dengan hati-hati, Vika mengeluarkan laptop dari dalam tas. Membuka dan mencari file novel. Matanya langsung tertuju pada halaman terakhir. Sebenarnya dia sudah menyelesaikan novel itu tapi dia masih ragu dengan endingnya. Seperti ada yang kurang.

Vika menghela nafas dengan berat lalu mulai membaca bab terakhir novelnya. Dia sedang asyik membaca saat mendengar ada suara aneh dari dalam lemari. Awalnya Vika mengabaikan namun suara itu semakin mengganggu konsentrasinya. Dia mulai merasa sebal.

Rasa penasaran menggelitik Vika sehingga dia melangkah perlahan menuju lemari. Tangan kanannya terulur untuk membuka lemari itu.

Seekor binatang melata melingkar di atas tumpukan buku. Binatang itu seolah menatap Vika yang sangat terkejut. Vika mundur pelan-pelan. Keringat dingin mulai membasahi wajah manisnya. Jantungnya berdetak lebih cepat berkali-kali lipat. Tiba-tiba kepalanya terasa berat. Ruangan seni itu seakan berputar dan menjadi gelap. Benar-benar gelap.

“Kamu baik-baik saja?”

Vika mendengar seseorang bertanya. Dia juga bisa mencium bau minyak kayu putih yang sangat kuat. Dia membuka mata perlahan. Detak jantungnya masih belum teratur dan dia masih merasa lemas. Matanya kemudian menangkap sesosok pria yang duduk di sampingnya. Dia mengerjap sebentar lalu duduk.

“Kamu baik-baik saja?” Pria itu bertanya lagi pada Vika. Vika menatapnya dan mengenali siapa pria itu. Bima, sang ketua OSIS.

“Aku baik-baik saja.” ujar Vika.

“Kamu yakin? Kamu tadi pingsan,” Vika langsung menoleh ke arah lemari begitu menyadari apa yang membuatnya pingsan. Anehnya, binatang itu tak ada lagi di sana. Vika berdiri dan berjalan dengan cepat menuju lemari. Dia membuka semua pintunya. Nihil. Tak ada apa-apa.

“Tadi aku melihat...” Vika menghentikan kalimatnya. Untuk apa dia mengatakannya pada Bima?

“Melihat apa?”

“Lupakan saja!” Bima menggumam tak jelas. Vika tiba-tiba teringat sesuatu.

“Bagaimana bisa kamu ada di sini?” Vika mengunci ruangan ini dan hanya dia yang menyimpan kuncinya, jadi bagaimana bisa Bima ada di sini?

“Aku memang sudah ada di sini sejak tadi. Sebelum kamu datang.”

“Tapi hanya aku yang mempunyai kunci ruangan ini.”

“Oya? Aku mempunyai semua kunci ruangan ekstrakurikuler. Aku adalah ketua OSIS, ingat?”

“Tapi,"

“Sudahlah! Sebaiknya kamu ke UKS. Sepertinya kamu butuh obat.” Vika menatap Bima sebal.

Apa tepatnya maksud Bima dia butuh obat? Batin Vika tapi dia sedang malas berdebat. Sepertinya dia memang perlu ke UKS. Setidaknya dia bisa beristirahat sebentar di sana.

“Apa kamu melihat sesuatu tadi?” Vika kembali bertanya sebelum pergi meninggalkan Bima.

“Melihat apa? Binatang yang melingkar di atas buku itu?” Bima menunjuk tumpukan buku di dalam lemari. Mata Vika melebar.

“Kamu juga melihatnya?”

“Tidak. Tapi hanya binatang itu yang bisa membuatmu pingsan, kan?”

Vika menyesal telah bertanya pada Bima. Dia tahu betul jika pria itu senang sekali menggodanya. Bodohnya dia. Dia segera memasukkan laptopnya dan keluar dari ruangan itu secepat yang dia bisa. Dia bahkan tidak mengunci pintu atau pun menyadari kalau ada hal ganjil yang sedang terjadi.

Bima menatap kepergian Vika. Kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman. Senyuman yang penuh misteri.

Sabtu, 20 Januari 2018

Sosok: Marnan (Berjuang dalam segala kekurangan)

Pada mulanya, Marnan hanyalah perantau dari Madiun, Jawa Timur. Dia menyusul kedua orang tuanya yang terlebih dahulu mengikuti program transmigrasi tahun 1986 di Kampar, Riau. 
Menjadi warga perantauan yang tidak memiliki apa pun membuat Marnan bekerja serabutan. Mulai dari ikut mencari kayu meranti, menjadi pembalak kayu, sampai merantau ke berbagai daerah.
Suatu ketika Marnan mulai bosan merantau. Selain karena hasilnya yang tidak mencukupi, dia juga tidak bisa berkumpul dengan keluarga. Dia lalu menjual sawah miliknya dan mendapatkan modal sebesar 3,5 juta. Berbekal modal itu, restu kedua orang tuanya, dan keahlian pas-pasan namum tekad yang kuat, dia membuka usaha meubel pada tahun 1997.
Usaha meubel Marnan berjalan dengan promosi mulut ke mulut. Dia berusaha mempertahankan usaha itu demi dapat menghidupi keluarganya. Sering sekali dia harus lembur sampai malam demi memenuhi pesanan. Bekerja sendirian dengan mengandalkan diesel yang dibelinya dan peralatan sederhana. Saat itu listrik memang belum masuk ke desanya. Perlahan tapi pasti, usahanya mengalami kemajuan. Dia mulai mendapat pesanan dalam jumlah yang besar dan membuatnya harus merekrut karyawan.
Sekarang penyuka nasi rawon ini sudah memiliki peralatan tukang yang lengkap dan modern. Pelanggannya pun sudah menyebar ke seluruh daerah. Dia tetap mempertahankan kualitas. Untuk itu, meski pun ada karyawan yang membantu, dia tetap mengawasinya. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir ketidakpuasan pelanggan dan kerugian jika terjadi kesalahan.
Dalam setiap usaha tentu ada suka dukanya. Suami dari Warsini ini pernah mengalami kerugian besar karena ada orang yang sudah memesan namun tidak dibayar. Dia juga pernah ditipu oleh penjual kayu hingga jutaan rupiah. Tetapi, dia selalu percaya bahwa setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Nyatanya, sekarang dia bisa tersenyum bahagia karena sudah bisa memiliki tempat tinggal yang nyaman, kendaraan untuk bepergian, dan juga anak-anak yang sudah menyelesaikan program belajarnya.
Marnan memberi beberapa tips untuk memulai sebuah usaha. Dia memiliki tiga rumus kuat.
1. Kuat niat
Pastikan jika ingin memulai usaha apa pun, niatkan dengan sungguh-sungguh sehingga tidak mudah goyah dan menyerah.
2. Kuat usaha
Usaha di sini meliputi usaha lahir dan batin. Usaha batin berupa doa dan amalan. Sementara usaha lahir meliputi promosi, mempertahankan kualitas produk, dan menjaga hubungan dengan pelanggan.
3. Kuat dukungan
Mintalah dukungan kepada keluarga dan orang terdekat agar memperlancar usaha. Hal ini penting karena ketika usaha mengalami masalah, akan ada orang yang mendukung dan membantu.
Itulah cerita dari sosok Marnan yang sederhana. Semoga kita dapat belajar dari pengalamannya. Selamat berusaha dan berjuang.
Segala usaha yang diniati dengan kuat dan baik, akan lebih berkah dan berhasil (Marnan)

Kamis, 17 Agustus 2017

7 Pelajaran Favorit di Pondok Pesantren


Memiliki pelajaran favorit pasti membuat kita lebih bersemangat dalam belajar. Para santri di pondok pesantren ternyata juga mengidolakan mata pelajaran tertentu. Ini dia 7 pelajaran favorit para santri:

1. Fiqih

Fiqih menjadi pribadinya di kalangan para santri. Hal ini dikarenakan pelajaran Fiqih berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, jadi sangat mengasyikkan saat mempelajarinya.

2. Nahwu

Nahwu merupakan ilmu tata bahasa Arab. Saat seseorang menguasai ilmu nahwu maka dia akan lebih mudah menyusun kalimat bahasa Arab. Nahwu membahas tentang kaidah dan cara memberi harakat (baris) suatu kata dalam bahasa Arab.

3. Shorof

Shorof adalah bagian dari ilmu nahwu. Jika nahwu mempelajari kaidah bahasa Arab, shorof mempelajari pembentukan dan perubahan kata dalam bahasa Arab.

4. Bahasa Arab

Bahasa Arab menjadi kunci utama untuk semua pelanggan di pondok pesantren. Kenapa? Karena semua kitab yang dipelajari di pondok pesantren menggunakan bahasa Arab. Sudah menjadi suatu keharusan bagi setiap santri menguasai ilmu ini agar dapat belajar dengan lancar.

5. Tafsir

Ilmu ini membuat para santri memahami isi Quran lebih detail. Dalam ilmu tafsir ini akan dibahas mengapa suatu ayat atau surat Quran diturunkan. Kepada siapa ayat itu ditujukan, serta menjelaskan setiap kalimat yang ada di dalam Quran. Tafsir membuat kita memahami arti Quran secara keseluruhan dan tidak terpaku pada arti baku perkataan yang terkadang sulit untuk dimengerti.

6. Tajwid

Sulit membaca Quran dengan benar? Jawabannya adalah pelajari ilmu tajwid. Ilmu ini mempelajari bagaimana tata cara membaca Quran dengan baik dan benar.

7. Tarikh Islam

Bagi yang menyukai sejarah, tarikh Islam akan menjadi pelajaran favorit. Ilmu ini mempelajari sejarah Islam. Mulai dari masa sebelum kenabian sampai bagaimana Islam menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Nah, itulah 7 pelajaran favorit para santri di pondok pesantren. Memiliki pelajaran favorit memang menyenangkan tapi alangkah baiknya jika kita tidak melupakan pelajaran yang lain. Cobalah untuk menyukai semua pelajaran, agar semua nilai kita baik. Setuju? Apa pelajaran favorit kamu?

Sabtu, 15 Juli 2017

6 Tips agar Betah di Pondok Pesantren



Pernah berada di lingkungan pesantren merupakan nikmat yang luar biasa bagi saya. Tinggal di pesantren mengajarkan banyak hal. Meski demikian, siapa yang sangka di awal saya masuk ke pesantren saya merasa tidak betah dan selalu ingin pulang. Beruntung orang tua saya melakukan hal-hal istimewa yang membuat saya lantas bertahan dan bahkan malas pulang ke rumah ketika liburan tiba. Sudah terlanjur cinta. 

Saya ingin membagikan beberapa tips yang bisa dicoba oleh orang tua yang ingin anaknya merasa betah di pesantren.

1. Menemui pengasuh atau guru pesantren

Hal ini sangat penting dilakukan. Saat orang tua bertemu langsung dengan pengasuh atau guru, mereka dapat menjelaskan sifat dan kebiasaan anaknya, sehingga saat anak merasa bosan, pihak pesantren bisa segera menangani.

2. Menemui pengurus pesantren

Pengurus pesantren berada langsung di bawah pengawasan pengasuh dan guru. Merekalah yang nantinya akan mengawasi santri-santri yang tinggal di pesantren. Karena itu, menemui dan mengenalkan anak kepada pengurus akan sangat membantu kenyamanannya.

3. Menyarankan teman baru

Faktor paling utama yang membuat tidak betah di pesantren adalah merasa sendiri. Solusi terbaiknya tentu saja dengan mencari teman sebanyak-banyaknya. Orang tua bisa menyarankan teman baru untuk anaknya. Dalam hal ini, orang tua dapat meminta saran kepada pengurus pesantren untuk menemukan teman yang sesuai.

4. Menyarankan kegiatan ekstra

Orang tua juga bisa menyarankan kegiatan ekstra yang disukai anak. Hal ini bertujuan agar anak merasa senang karena menemukan dunia barunya. Jika anak sudah merasa senang maka dengan sendirinya dia akan betah.

5. Tidak sering mengunjungi anak

Kunjungan orang tua ke pesantren adalah hal yang paling dinantikan.  Namun, jika sering dikunjungi, anak akan sulit untuk mandiri. Oleh sebab itu, orang tua harus mengatur jadwal kunjungannya. Jika merasa ingin tahu mengenai perkembangan anak, hubungi guru atau pengurus pesantren.

6. Membawakan photo keluarga

Banyak yang menganggap bahwa membawa photo keluarga saat belajar di pesantren hanya akan membuat sesih. Bagi saya pribadi, melihat photo keluarga ketika saya rindu, membuat saya lebih semangat belajar dan mengingat kembali tujuan orang tua saya memasukan saya ke pesantren

Demikian tips yang bisa saya bagi. Semoga bermanfaat 😊




Kamis, 13 Juli 2017

8 Keistimewaan Pondok Pesantren


Apa yang pembaca pikirkan saat pertama kali mendengar kata "pesantren"? Bagi saya, pesantren adalah rumah kedua. Bagaimana tidak, saya menghabiskan 10 tahun tinggal di pesantren. Bagi beberapa orang yang belum pernah merasakan manisnya pesantren, mungkin ada yang berpikir bahwa pesantren identik dengan peraturan ketat dan memaksa. Saya tidak akan menampiknya. Bukankah peraturan dibuat agar kita merasa aman dan disiplin? Tahukah pembaca, selain peraturan yang ketat, pesantren juga memiliki banyak keistimewaan. Berikut keistimewaan pesantren yang menarik untuk disimak:

1. Lingkungan yang agamis

Lingkungan banyak mempengaruhi pembentukan karakter seseorang. Setuju? Pesantren merupakan salah satu tempat terbaik untuk membentuk karakter seseorang karena lingkungannya yang sarat dengan kebaikan.

2. Kegiatan yang agamis

Setiap pesantren memiliki kegiatan-kegiatan agama yang tentunya akan membiasakan seseorang agar selalu berperilaku sesuai dengan aturan agama. Mulai dari sholat berjama'ah, mengaji, sampai mengkaji kitab-kitab agama.

3. Pelajaran agama yang mendalam

Tidak diragukan lagi, saat ingin mempelajari ilmu agama lebih dalam maka pesantren adalah pilihannya. Di pesantren, selain mengkaji kitab agama yang mumpuni, juga ada diskusi khusus tentang ilmu agama. 

4. Persaudaraan yang kuat

Bertemu orang baru dan menjadi akrab, serasa bertemu dengan saudara jauh yang lama tidak bersua. Pembaca akan merasa memiliki banyak saudara ketika tinggal di pesantren. Hal ini dikarenakan hampir semua kegiatan dilakukan bersama sehingga menciptakan keakraban.

5. Kegiatan ekstra yang menarik

Bagi penghuni pesantren seperti saya dulu, kegiatan ekstra bagaikan obat. Dengan mengikuti kegiatan yang sesuai minat, pembaca akan merasa menemukan hiburan di tengah kegiatan pesantren yang padat.

6. Melatih kemandirian

Tinggal di pesantren berarti siap untuk hidup mandiri. Segala hal dilakukan sendiri. Mencuci baju dan piring, menyetrika baju, menyiapkan baju dan buku sekolah. Bahkan ada beberapa pesantren yang mengharuskan memasak sendiri. 

7. Melatih mental pemberani

Berada jauh dari keluarga membuat saya merasa lebih berani secara mental. Di sisi lain, pesantren juga memiliki kegiatan-kegiatan yang dapat melatih keberanian. Misalnya muhadharah dan lomba, baik di dalam maupun di luar lingkungan pesantren.

8. Belajar bahasa asing

Sebagian besar pesantren memiliki program berbahasa asing, terutama pondok modern. Bahasa asing yang biasanya diterapkan adalah bahasa arab dan bahasa inggris. Akan tetapi, beberapa pesantren menambahkan bahasa asing lainnya. 

Itulah 8 keistimewaan pesantren versi saya. Ada yang berminat untuk masuk pesantren? Yuk, ramaikan pesantren!